Posted by: Nandang Sutrisno S.H., M.H., LLM., Ph.D. | 22nd Jun, 2017

Mutiara Ramadhan 2017

Posted by: Nandang Sutrisno S.H., M.H., LLM., Ph.D. | 18th Oct, 2013

Hukum Internasional

Hukum Internasional

Posted by: Nandang Sutrisno S.H., M.H., LLM., Ph.D. | 17th Oct, 2013

International Trade Law

International Trade Law

Posted by: Nandang Sutrisno S.H., M.H., LLM., Ph.D. | 19th Aug, 2013

Mutiara Ramadhan, Harian Bernas, 7 Agustus 2013

MENYEMPURNAKAN IBADAH PUASA

Nandang Sutrisno

(Wakil Rektor I Universitas Islam Indonesia)

"Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.“ (Q.S. Al-A’la:14-15)

Alhamdulillah, akhirnya kita sampai pada penghujung bulan suci Ramadhan 1434 Hijriyah. Hari ini merupakan hari terakhir setelah selama sebulan penuh kita menjalankan ibadah puasa dan rangkaian ibadah-ibadah sunnah yang menyertainya. Kita telah berusaha secara optimal melaksanakan ujian melawan hawa nafsu, baik nafsu makan, minum, syahwat, dan amarah. Demikian juga kita telah menjalani latihan kesabaran dan melakukan berbagai ibadah sunnah seperti sholat tarawih, tadarus Al-Qur’an, iktikaf, serta memperbanyak shodaqoh.

Untuk menyempurnakan ibadah puasa kita, paling tidak, ada tiga amalan utama sebagaimana yang tersurat dalam Q.S. Al-A’la:14-15 sebagaimana dikutip di atas yang perlu kita lakukan: membayar zakat fitrah, mengumandangkan takbir, dan melaksanakan sholat Ied.

Amalan pertama, membayar zakat fithrah merupakan kewajiban muakkad yang merupakan syarat diterimanya puasa bulan Ramadhan. Hadits Riwayat Abu Daud, Ibnu Majah dan Daaruquthni menegaskan sebagai berikut: ”Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata: Rasulullah saw telah memfardhukan zakat fithrah untuk membersihkan orang yang shaum dari perbuatan sia-sia dan dari perkataan keji dan untuk memberi makan orang miskin. Barang siapa yang mengeluarkannya sebelum sholat ‘Ied, maka ia berarti zakat yang diterima dan barang siapa yang mengeluarkannya sesudah sholat ‘Ied, maka itu berarti shadaqah seperti shadaqah biasa (bukan zakat fithrah).” Dari hadits ini dapat disimpulkan bahwa tujuan zakat fithrah secara internal agar orang yang berpuasa kembali fithrah, suci seperti bayi yang baru dilahirkan. Secara eksternal zakat fithrah dimaksudkan untuk menyantuni orang-orang miskin. Agar sah sebagai zakat fithrah, pembayarannya harus dilakukan pada waktu yang sudah ditentukan, yaitu mulai mata hari terbenam malam ’Ied hingga mulai didirikan sholat ’ Ied.

Amalan utama kedua, mengumandangkan takbir pada malam ’Iedul Fithri, sebagaimana firman Allah: “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185). Adapun pelaksanaannya mulai dari terbenam matahari malam ’Iedul Fithri sampai imam mengucapkan takbiratul ihram sholat ’Ied. Disunahkan bagi laki-laki untuk melafazkan takbir dengan suara yang ditinggikan, sedangkan untuk wanita tetap melafazkan takbir dengan suara yang rendah. Amalan ini merupakan amalan yang disunahkan dalam rangka perpisahan dengan bulan Ramadhan, dan menyambut kedatangan ‘Iedul Fithri. Malam ’Iedul Fithri merupakan malam pemberian hadiah bagi orang-orang yang telah selesai menjalankan ibadah puasa. Hadits Riwayat Ibnu Abbas menjelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Allah SWT berseru kepada para malaikat: Aku bersaksi wahai malaikatku bahwa Aku telah memberikan pahala puasa hamba-hambaKu, pahala sholat-sholat mereka. Aku limpahkan kepada mereka ridla dan ampunanKu.’ Kemudian Allah berfirman, ‘Wahai hamba-hambaku, demi keagungan dan kemuliaanKu, apapun yang kalian minta untuk hari akhirmu pasti akan Kukabulkan, apapun yang kalian minta untuk dunia kalian pasti akanKuikutkan, Aku akan tutupi kekuranganmu sejauh engkau mengingatKu, keluarlah dengan ampunan dan ridlaKu.” (H.R. Ibnu Abbas)

Amalan utama yang ketiga adalah melaksanakan sholat ‘Iedul Fithri pada tanggal 1 Syawal yang waktu pelaksanaannya sama dengan waktu sholat Dhuha, yaitu dimulai setelah matahari terbit setinggi tombak sampai tengah hari. Untuk melaksanakan sholat ‘Iedul Fithri dianjurkan untuk berhias dan memakai pakaian yang terbaik, makan terlebih dahulu, melafazkan takbir mulai dari ke luar rumah sampai dimulainya sholat ‘Iedul Fithri. Selain itu dianjurkan juga untuk senantiasa menampakkan wajah yang berseri-seri, penuh kebahagiaan. Hal ini tidak lain karena hari itu adalah merupakan simbol “Hari Kemenangan” dari perang melawan hawa nafsu selama bulan Ramadhan, hari yang penuh harapan akan limpahan nikmat dan ampunan dari Allah SWT. Hari itu adalah hari yang patut dirayakan dengan suka cita, karena ada harapan yang besar bahwa tujuan ibadah puasa, sebagaimana yang dijanjikan Allah SWT dalam Q.S. Al-Baqarah: 183, yaitu menjadi orang yang bergelar “muttaqin” (orang yang bertaqwa), menjadi paripurna. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah kita selama bulan Ramadhan. Selamat ‘Iedul Fithri 1434 H. Mohon maaf lahir bathin.

Posted by: Nandang Sutrisno S.H., M.H., LLM., Ph.D. | 2nd Jul, 2013

BAHAN KULIAH HHI DAN H.PERDAGANGAN INTERNASIONAL

PENGANTAR WTO

Older Posts »

Categories